Profil Sekolah
Lambang Sekolah SMP Santo Yusup Pacet:

| S | Sayangilah sesamamu |
| E | Eratkanlah hubungan antara Tuhan dan pribadimu |
| R | Rajinlah belajar supaya menjadi seorang yang berguna |
| V | Vide! Lihatlah lencanamu |
| I | Ingatlah tugasmu sebagai makhluk, anak, dan pelajar |
| A | Awasilah pergaulanmu |
| M | Majukanlah NUSA dan BANGSAMU |
Visi
Komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, inovatif, serta mampu mengintegrasikan ilmu, iman dan nilai-nilai kemanusiaan.
Misi
“TERPUJI dalam PRIBADI, TERUJI dalam PRESTASI”
Sejarah Singkat SMP Santo Yusup Pacet
Dalam tahun 1939 di Pernen kecamatan Pacet daerah pegunungan yang terletak di kabupaten Mojokerto sudah ada biarawati Ursulin yaitu suatu tempat renungan rohani bagi Biarawan/Biarawati serta umat katolik. Masuknya tentara Jepang yang kemudian disusul perang mempertahankan kemerdekaan mengakibatkan bangunan tersebut mengalami kerusakan total.
Dengan kemauan yang keras akhirnya bangunan tersebut mulai dipugar kembali tahun 1964 dan baru selesai tahun 1970, dalam tahap pertama pemugaran maka mulai didirikan beberapa ruangan. Atas desakan umat katolik Pacet yaitu Bp. A.J Kasido, Bp. Agus Sutrisno serta pemuka-pemuka masyarakat di Pacet yang mengusulkan agar di Pacet didirikan Sekolah Menengah Tingkat Pertama mengingat saat itu di Pacet belum ada satupun SMP yang sangat diharapkan masyarakat.
Dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa maka Yayasan Paratha Bhakti menyetujuinya dan bersedia mendirikan SMP di Pacet. Pada tanggal 1 Februari 1966 secara resmi Yayasan Paratha Bhakti menetapkan berdirinya SMP Santo Yusup Pacet yang saat itu induknya adalah SMP Santa Maria Surabaya, sedangkan tenaga pengajar yang pertama kali adalah Bp. L J Harijanto.
Rintisan yang dilakukan oleh Bp. Harijanto adalah cukup berat mengingat saat itu belum ada sarana dan prasarana serta diikuti dengan memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan setelah lulus dari Sekolah Dasar. Sejak awal berdirinya hingga bulan ketiga sudah ada 7 orang murid yang bersekolah. Dengan kesabaran serta semangat perjuangan dan pengabdian akhirnya SMP Santo Yusup Pacet dapat bersemi dengan segar serta menunjukkan titik terang untuk memajukan masyarakat Pacet. Perlu kami tambahkan bahwa murid kelas III (tiga) angkatan pertama hanya 6 orang dan dalam ujian Negara berhasil lulus 100%.
Demikian riwayat singkat berdirinya SMP Santo Yusup Pacet dan semoga Tuhan tetap memberikan rahmat untuk tetap melestarikan serta memajukannya.